 |
|
| |
|
|
| |
|
Pembelajaran
Berbasis ICT di Bidang Fisika Modern |
 |
 |
 |
 |
 |
Oleh: Dede Rustiawan
SMAN 23 Bandung,, Indonesia
E-mail : dede_rustiawan@yahoo.com
Pendahuluan
Belajar Fisika biasanya dipandang sebagai suatu tugas yang sulit.
Berbagai alasan telah dikemukakan terlebih dahulu untuk membenarkan
keyakinan tersebut. Yang paling sering dijadikan argument adalah
bahwa sisiwa telah mempunyai sederet ide (lebih kurang berhubungan)
dengan dunia yang mereka sering gunakan untuk menyamaratakan penjelasan
dalam kondisi tertentu dan berkaitan dengan pertanyaan atau petunjuk
khusus (Driver et al.1985). ide-ide ini dihubungkan dengan fenomena
yang seringkali digeneralisir dan digunakan karena baru sebagai
perkiraan teori (Andaloro et al.,1997).
Fisika Modern tidak dapat dipelajari dengan kegiatan di laboratorium
di sekolah perguruan tinggi karena beberapa subyek memerlukan lebih
banyak memerlukan uang untuk membeli beberapa peralatan fisika modern
seperti X-Ray, LASER, detektor radiasi, pemecah X-Ray, photoelectric,
dsb. Beberapa subyek tidak dapat dibuktikan secara virtual karena
subyeknya abstrak sebagai contoh: Model atom, teori relativitas,
teori Quantum, Fisika Nuklir, dsb. Dengan demikian situasi ini membuat
guru dan siswa kurang memperoleh motivasi dalam aktivitas di kelas
belajar fisika modern.
Aktivitas laboratorium dapat diselenggarakan dengan belajar berbasis
animasi untuk mencari fenomena fisikan modern sehingga siswa dapat
membayangkan dan membuka pikiran mereka bagaimana subyek dari abstrak
tersebut terjadi secara virtual juga subyek yang konkrit. Dalam
kasus ini, guru harus mempersiapkan beberapa animasi fantastik untuk
memotivasi aktivitas di dalam ruang kelas dan tentu saja berbagai
pihak yang bertanggung jawab untuk membangung infrastruktur untuk
menyelenggarakan program ini.
Teknologi Informasi di Negara berkembang terbuka untuk perubahan
dan pengembangan, sementara Negara lainnya menghadapi tantangan
yang lebih besar dalam mengembangkan infrastruktur mereka dan mungkin
tampaknya bertahan (resistant) (Amy et al.,2004).
Cara lain untuk menyelenggarakan aktivitas di dalam kelas di bidang
Fisika Modern adalah pembelajaran berbasis Web. Guru dan siswa akan
memperoleh banyak informasi tentang Fisikan Modern, dan kemudian
siswa belajar, diskusi dan mengumpulkan informasi.
Internet, web, dan WBI adalah penting untuk siswa di seluruh dunia
untuk memperoleh dan bertukar informasi, untuk komunikasi dan berinteraksi,
dan belajar. (Lee, 2004).
ICT mengembangkan kemampuan siswa untuk belajar sepanjang hayat,
menyelesaikan masalah, berpikir kritis, pencarian informasi dan
menganalisa juga belajar bersama (Allan Yuen, Bob Fox, and Nancy
Law ,2004) .
Metode
Studi ini memerlukan tiga kelompok/kelas unmtuk diteliti, yang disebut:
1. Pembelajaran tradisional (Traditional learning/TL)
2. Pembelajaran berbasis Web (Web based-learning/WBL)
3. Pembelajaran berbasis Animasi (Animation Based-Learning/ABL)
Desain dari penelitian ini menggunakan desain untuk mengimbangi
desain yang ada yang menyajikan teknik lain untuk mempersamakan
kelompok control dan ujicoba. Dalam desain ini, tiap kelompok diekspos
untuk semua perlakuan, tetapi banyak, tetapi dalam urutan yang berbeda
seperti yang ditunjukkan dalam table berikut:
|
| |
|
|
| |
|
Kelompok |
Subjek
- 1 |
Subjek
- 2 |
Subjek
- 3 |
G1 |
Pre
Test |
TL |
Post
Test |
Pre
Test |
WBL |
Post
Test |
Pre
Test |
ABL |
Post
Test |
G2 |
Pre
Test |
WBL |
Post
Test |
Pre
Test |
ABL |
Post
Test |
Pre
Test |
TL |
Post
Test |
G3 |
Pre
Test |
ABL |
Post
Test |
Pre
Test |
TL |
Post
Test |
Pre
Test |
WBL |
Post
Test |
|
| |
|
|
| |
|
Studi ini harus melibatkan 4 aspek yang ada bukti tentang (1) ICT
memegang perenan penting, (2) perubahan yang signifikan dalam peran
guru dan siswa, (3) hasil siswa yang dapat diukur secara positif,
(4) kesinambungan dan kemungkinan dapat ditransfer.
Penilaian
Dampaknya pada pengajaran dan pembelajaran siswa akan dievaluasi
dengan menggunakan baik penilaian secara kuantitatif dan kualitatif.
Data dikumpulkan dan diuji dengan memasukkan penilaian hasil siswa,
kuesioner online/biasa, observasi kelas, dan interviu dengan guru
dan siswa.
Referensi
Andaloro, G., Bellomonte. and Sperandeo-Mineo, R. M.,1997, A computer-
............ based learning environment
in the field of Newtonian mechanics
............ (Palermo: Instituto di
Fisica, University of Palermo)
Allan Yuen, Bob Fox, and Nancy Law, 2004, Curriculum Innovations
and multi-
............ level e-leadership Requirements:
Putting Research into Practice:
............ Asia-Pasific Cybereducation
Journal Vol.1, No.1
Amy S.C. Lec and Richard Kennedy, 2004, Impact of Information Technology
............ on education and cultural
development in Papua New Guinea: Asia-
............ Pasific Cybereducation
Journal Vol.1, No.1
Doris Lee, 2004, Web-based Instruction in China: Cultural and Pedagogical
............ Implications and Challenges:
Asia-Pasific Cybereducation Journal
............ Vol.1, No.1
Driver, R., Guesne, E. and Tiberghien, A., 1985, Chlidren’ideas
in Science
............ (Milton Keynes: Open
University Press).
Fraenkel, J. R and Wallen, N.E., 1990, How to Design and Evaluate
Research in
............ Education (New York:
McGraw-Hill Publishing Company)
|
| |
|
|
|
|